Thursday, 12 September 2013

Kuliner dan Foto ~ Part 1

Sebelum menikah gw hobby banget nyobain resto atau cafe baru di Semarang. Entah kenapa rasanya kalau ada yang buka selalu gw pengen nyobain taste masakan dan penampilannya, for what ? ya untuk difoto hahaha.... Dari jaman dulu belum ngetrend BB gw selalu bawa kamera di tas gw kemana pun pergi, sampai sekarang sih gw juga masih bawa pocket kamera setiap saat. Dari jaman cafe-cafe belum bertaburan gw jg sudah suka memfoto makanan. Baru sekarang aja cafe mulai menjamur , art culinary juga mulai digalakkan, jadi rasanya gak afdol kalau ada resto atau cafe baru menyajikan menu dengan piring dan gelas dan garnish yang biasa. Mereka mulai pakai aneka peralatan makan dengan bentuk dan warna yang unik, biarpun harga jual standar , penampilan tetep nomer satu, rasa baru nomer dua wkwkwkwk...

Sejak menikah sih gw udah jarang nyobain tempat2 baru , kecuali pas ke Semarang pas gak ada urusan kerjaan gw selalu sempetin deh nyobain tempat nongkrong baru. Yaaah.. paling gak sejak di Kudus hidup jadi lebih irit hahaha jadi lebih sering masak dan diberi makanan ma mertua , boro-boro nge-cafe, resto aja di sini jarang banget. Yang banyak makanan kaki lima, jadi ya kapan-kapan gw bakalan deh hunting foto jajanan kaki lima aka streetfood photography *biar kedengeran agak keren wkwkwk...

Kali ini gw ekspose beberapa hasil kuliner dan foodphotography










Saturday, 18 May 2013

Random Photo with my Old Olympus Camera

Forbidden City at Beijing, China

Door at Forbidden City

Bee and Flower

Pura at Bali

Friday, 10 May 2013

Selamat Datang di Blog Karen Fotografi

Fotografi berasal dari kata foto dan grafi berarti melukis dengan cahaya. 
Saya suka fotografi dari mulai SD , saat itu hanya memakai kamera dengan roll film yang saya dapat dari susu Biogen. Kemudian saat kuliah saya beralih ke kamera papa , merk Ricoh yang cukup kuna hahaha...lensa nya juga sudah agak berjamur, saat itu saya belum ngeh dengan fotografi , yang penting cuman jepret sana jepret sini. Foto yang penting cukup untuk jadi kenangan dokumentasi dan layak dipakai untuk pengerjaan Tugas Akhir  :D .

Saat mulai kerja di salah satu kantor interior di Semarang , sekitar tahun 2003 saya akhirnya membeli kamera digital dengan merk Olympus Ultrazoom 740  waktu itu seharga 4.75 jt yang tergolong tidak murah. Kamera ini sering saya bawa kemana saja, bahkan termasuk untuk foto di pelayanan , mungkin sudah menghasilkan ribuan foto. Saya pakai sampai 5 tahun, saya menyerah dengan fokusnya dan shutternya yang lambat saat akan pindah ke jepretan berikutnya. Setelah itu adik saya yang merawatnya dan saya justru membeli kamera saku Canon karena waktu itu butuh saya 'selundupkan' untuk menonton konser musik. 

Saat ini saya menggunakan salah satu kamera mirrorless yaitu Olympus Pen E-P3 dengan beberapa lensanya. *sebenarnya juga awalnya adik saya yang membelinya tetapi akhirnya saya monopoli hehehe berhubung jam terbang untuk foto saya lebih banyak. 

Fotografi seperti kata Om Darwis Triadi , percuma belajar banyak buku dan teori di internet kalau tidak pernah menjepret. Yang penting adalah memfoto, memfoto dan memfoto dengan demikian skill akan meningkat. 

Happy Foto-ING :D